Threadlift: Investasi Kecantikan yang Worth It atau Mahal Sia-Sia?
Oke, mari kita ngobrolin soal threadlift—si “jalan pintas” yang katanya bisa bikin wajah lebih kencang tanpa harus operasi. Dulu, gue sempat skeptis banget. Maksudnya, masa sih cuma pakai benang doang bisa ngangkat pipi turun? Tapi karena banyak temen yang nyobain (dan mukanya langsung kayak balik umur 30-an lagi), gue jadi penasaran juga.
Jadi, apa itu threadlift? Singkatnya, ini prosedur estetika minim invasif yang pakai benang khusus (biasanya dari bahan PDO, PLLA, atau PCL) yang dimasukkan ke bawah kulit buat “narik” bagian wajah yang mulai kendur. Area yang sering jadi sasaran tuh pipi, garis rahang, dagu, bahkan alis. Benangnya itu nanti akan larut sendiri dan bantu produksi kolagen. Kedengeran simpel, ya?
Nah, kalau ngomongin worth it atau nggak, di sinilah banyak yang jadi galau.
Pengalaman Gue (dan Teman-Teman)
Salah satu temen gue, sebut aja namanya Tia, dulu sering ngeluh soal pipinya yang mulai “turun” di usia 35-an. Dia sempat mau filler, tapi takut wajahnya jadi terlalu bervolume. Akhirnya dia coba threadlift. Hasilnya? Dalam waktu seminggu, garis rahangnya lebih tegas dan pipinya naik. Tapi… rasa ngilunya katanya lumayan. Apalagi pas awal-awal habis tindakan. Jadi, jangan bayangin ini 100% nyaman ya. Ada downtime meskipun nggak selama operasi plastik.
Sementara itu, temen gue yang lain, Dita, malah bilang dia nyesel. Habisin hampir 15 juta, tapi hasilnya cuma bertahan sekitar 6 bulan. Padahal janji kliniknya bisa awet 1 sampai 2 tahun. Tapi balik lagi, hasilnya tergantung banyak faktor: jenis kulit, gaya hidup, sampai teknik dokternya. Jadi nggak bisa disamaratakan juga.
Baca Juga : Threadlift untuk Pemula: Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Memulai
Pro dan Kontra Threadlift
Pro-nya:
- Minim sayatan, jadi risiko lebih kecil dibanding operasi.
- Hasil bisa instan, apalagi buat yang butuh tampil oke dalam waktu singkat (kayak mau kondangan mantan ).
- Bantu produksi kolagen, jadi nggak cuma ngangkat, tapi juga peremajaan kulit.
Kontra-nya:
- Hasilnya nggak permanen.
- Bisa bikin bengkak atau memar beberapa hari.
- Kalau salah pilih tempat, bisa bahaya—benang migrasi, asimetri, sampai infeksi.
- Harganya nggak murah, dan kadang nggak sesuai ekspektasi.
Jadi, Worth It Nggak?
Menurut gue, threadlift bisa jadi investasi kecantikan yang worth it, kalau kamu tahu apa yang kamu cari dan realistis sama hasilnya. Jangan berharap jadi kayak Song Hye-kyo dalam semalam. Ini bukan sulap. Tapi kalau kamu cuma butuh lifting ringan tanpa downtime panjang, ini bisa jadi opsi yang menarik.
Tapi kalau kamu tipe yang pengennya hasil long-term dan nggak mau bolak-balik ke klinik, mungkin ini terasa mahal sia-sia. Soalnya, biarpun lebih murah dari facelift, threadlift yang harus diulang tiap tahun juga tetap bikin dompet menipis.
Tips Buat Kamu yang Mau Coba:
- Pilih dokter berpengalaman. Bukan cuma yang “viral di TikTok”, tapi yang ngerti anatomi wajah.
- Cek jenis benang yang dipakai. Beda bahan, beda ketahanan dan efeknya.
- Tanya efek samping dan ekspektasi real. Jangan cuma tergiur foto before-after.
- Perhitungkan biaya tambahan. Kadang butuh perawatan pendukung kayak PRP atau skin booster.
Jadi ya, threadlift itu bukan sihir. Tapi kalau dilakukan dengan benar, di tempat yang tepat, dan dengan ekspektasi yang masuk akal, bisa banget jadi solusi cantik tanpa operasi yang worth every rupiah.
Pernah kepikiran coba threadlift juga? Atau malah punya pengalaman menarik? Boleh banget sharing di kolom komentar ✨
