Jika Anda aktif di sisi kecantikan TikTok akhir-akhir ini, kemungkinan besar Anda sudah sering melihat produk dari brand bernama Dr. Melaxin. Brand ini muncul dengan promosi yang sangat masif, menampilkan close-up kulit yang dramatis, klaim hasil instan yang mencengangkan, hingga narasi berani yang menyebut produk mereka sebagai alternatif Botox dan filler.
Namun, di balik layar ponsel Anda, ada realita yang jauh lebih kompleks. Apakah Dr. Melaxin benar-benar sebuah inovasi terobosan dalam dunia skincare, ataukah ini hanya sekadar strategi pemasaran agresif yang sengaja menyesatkan konsumen demi keuntungan semata? Melalui pembahasan mendalam ini, kita akan membongkar asal-usul brand ini, menganalisis klaim produknya, dan melihat mengapa cara mereka dipromosikan terasa seperti sebuah “scam” atau penipuan terorganisir.
Awal Mula Kecurigaan: Brand atau Sekadar Skema Drop-shipping?
Pada awalnya, banyak pengamat kecantikan—termasuk saya—mengira bahwa Dr. Melaxin adalah brand drop-shipping murahan dari platform seperti AliExpress atau Temu yang hanya berganti label. Kesan ini muncul karena cara mereka masuk ke pasar yang terasa sangat tiba-tiba dan “memaksa”.
Salah satu bendera merah pertama adalah kekacauan situs web resmi mereka. Bayangkan, ada sekitar lima situs web berbeda yang menggunakan nama Dr. Melaxin (dari domain .com, .uk, .us, hingga .sg). Kondisi ini sangat membingungkan konsumen; mana yang asli dan mana yang tiruan? Beberapa situs bahkan memiliki gambar banner yang buram, foto stok yang tidak orisinal, dan alamat kantor yang mencurigakan.
Saat ditelusuri melalui Google Street View, alamat kantor mereka di California justru tampak seperti bangunan kantor umum yang tidak menunjukkan identitas sebuah perusahaan kosmetik besar. Bahkan, email layanan pelanggan mereka terhubung dengan perusahaan induk bernama Brand 501. Meskipun Brand 501 adalah perusahaan nyata asal Korea Selatan yang pernah sukses dengan brand men’s grooming (Barber501), presentasi Dr. Melaxin di ranah digital internasional terasa sangat tidak profesional untuk brand yang diklaim berbasis sains klinis.
Transformasi Strategi: Dari Klinis yang Sepi Menjadi Viralitas yang Menyesatkan
Dr. Melaxin sebenarnya didirikan pada tahun 2021, namun mereka baru meluncur di TikTok pada September 2024. Selama enam bulan pertama, mereka berjuang keras untuk mendapatkan perhatian. Konten awal mereka sangat membosankan: hanya video produk yang diputar-putar dengan statistik klinis yang sulit dipahami.
Segalanya berubah ketika mereka beralih ke gaya konten baru yang fokus pada hasil yang dilebih-lebihkan. Mereka menyadari bahwa di TikTok, narasi dramatis lebih laku daripada data sains yang jujur. Mereka mulai mendorong klaim-klaim fantastis, seperti produk yang bisa “menarik” komedo secara instan atau serum yang memberikan efek filler tanpa jarum. Strategi ini berhasil luar biasa, namun dengan bayaran integritas informasi.
Bedah Produk 1: Kontroversi Dr. Melaxin “Pill Shot”
Produk yang paling sering menghantui beranda TikTok adalah seri Pill Shot (baik varian White Rice maupun Black Rice). Para penjual di TikTok sering kali menunjukkan video di mana mereka mengoleskan produk ini, lalu muncul gumpalan-gumpalan putih kecil di kulit. Mereka mengeklaim bahwa gumpalan tersebut adalah “kulit mati yang terkelupas” atau “komedo yang tertarik keluar dari pori-pori”.
Faktanya: Produk ini adalah jenis gommage peel. Gumpalan yang Anda lihat bukan kulit mati Anda secara keseluruhan, melainkan kandungan cellulose dalam produk yang menggumpal saat bergesekan dengan minyak di permukaan kulit.
-
Mitos: Menarik komedo dan kotoran seperti vakum.
-
Fakta: Ini hanyalah eksfoliator fisik ringan yang dibantu oleh bahan kimia (PHA dan BHA). Ia tidak bisa “menghisap” kotoran dari dalam pori-pori karena pori-pori bukanlah lubang yang bisa dikuras seperti itu.
Klaim bahwa gumpalan tersebut adalah kulit mati yang nyata adalah teknik pemasaran yang sudah lama didebuk (dibongkar kebohongannya), namun Dr. Melaxin tetap menggunakannya untuk menipu konsumen yang masih awam tentang cara kerja skincare.
Bedah Produk 2: Ilusi “Botox dan Filler” dalam Botol
Produk viral kedua adalah Semen Pink Spicule Serum dan Semen Calcium Stick. Para kreator di TikTok sering menyebutnya sebagai “Botox dalam bentuk stick” atau “pengganti filler di bawah mata”.
Dalam serum ini, terdapat bahan yang disebut spicules (struktur mikro seperti jarum dari spons laut) dan rebornic (kalsium konsentrasi tinggi).
-
Apakah ini bekerja? Sebagai pelembap, ya. Produk ini mengandung gliserin, hyaluronic acid, dan adenosine yang memang efektif menghidrasi kulit.
-
Apakah ini pengganti Botox? Sama sekali tidak. Botox bekerja dengan merelaksasi otot di bawah kulit, sementara filler menambah volume pada struktur jaringan yang hilang. Produk topikal (oles) tidak akan pernah bisa melakukan perubahan struktural seperti prosedur medis tersebut. Efek “plumping” atau kencang yang dirasakan pengguna hanyalah hidrasi tingkat permukaan yang bersifat sementara. Mengklaimnya sebagai alternatif prosedur medis adalah kebohongan yang disengaja.
Mengapa Semua Orang Mengatakan Hal yang Sama?
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa hampir semua video ulasan Dr. Melaxin menggunakan kata-kata yang hampir identik? “Hidup saya berubah setelah menemukan produk ini,” atau “Saya tidak menyangka ada produk Korea sehebat ini.”
Hal ini terjadi karena strategi pemasaran yang sangat masif melalui sistem afiliasi TikTok Shop. Diketahui bahwa Dr. Melaxin mengirimkan paket produk secara gratis kepada hampir 10.000 kreator TikTok dalam satu periode kampanye. Dengan komisi yang menggiurkan, para “penjual” (bukan lagi influencer kecantikan yang jujur) ini cenderung mengikuti naskah atau panduan klaim dari brand agar produknya laku keras.
Data menunjukkan strategi ini menghasilkan penjualan yang gila-gilaan: $23,7 juta (sekitar Rp370 miliar) hanya dalam kurun waktu satu tahun sejak peluncuran di TikTok. Di bulan Agustus 2025 saja, mereka berhasil meraup $12 juta. Keuntungan sebesar ini membuat brand merasa tidak perlu memperbaiki kejujuran mereka, karena kebohongan ternyata jauh lebih menguntungkan.
Kesimpulan: Apakah Produknya Buruk?
Penting untuk dipahami bahwa produk Dr. Melaxin sendiri sebenarnya tidak buruk. Mereka adalah produk skincare yang cukup layak; mengandung bahan-bahan yang bagus untuk hidrasi dan eksfoliasi ringan. Masalah utamanya bukan pada formulanya, melainkan pada etika pemasarannya.
Dr. Melaxin telah memilih jalur untuk menjadi brand yang “scammy” dengan cara:
-
Membiarkan (atau bahkan mendorong) klaim yang menyesatkan.
-
Menggunakan perbandingan yang tidak masuk akal dengan prosedur medis (Botox/Filler).
-
Membangun ekosistem pemasaran yang berbasis pada pengulangan narasi palsu oleh ribuan afiliasi.
Jika Anda membeli produk ini dengan ekspektasi ingin mendapatkan kulit lembap dan terkesfoliasi dengan baik, Anda mungkin akan puas. Namun, jika Anda membelinya karena berharap kerutan akan hilang secara ajaib atau komedo akan tertarik keluar secara instan, Anda hanya akan menjadi korban dari strategi pemasaran yang manipulatif.
Sebagai konsumen, kita harus lebih kritis. Jangan mudah tergiur oleh video dengan hasil instan di TikTok, terutama jika ada keranjang kuning di pojok bawah video tersebut. Skincare adalah tentang perawatan jangka panjang, bukan keajaiban instan yang sering kali hanya sekadar trik kamera dan permainan kata-kata.

